Menembus Harapan Tanpa Kepastian Dengan Lion Air

Secuil kisah yang menghelakan nafas dengan rasa hiba namun tanpa bisa berbuat apa-apa, kejadian ini terjadi saat banjir di Jakarta yaitu tanggal 2 Pebruari 2008, kebetulan saya sedang mengadakan travel ke Surabaya, saya menggunakan penerbangan Air Asia yang semula saya akan berangkat jam 06.50, saya tiba di Bandara jam 08.30, dengan kondisi Jakarta yang banjir diberi kesempatan untuk ikut penerbangan selanjutnya yaitu pada jam13.30, berhubung sesuatu hal yaitu Crew Pesawatnya kena macet akibat banjir di Jakaarta maka penerbangan saya ditunda hingga jam 17.30.

Disela-sela menunggu Crew Pesawat datang, saya bersosialisasi dengan para penumpang baik dari penerbangan Air Asia maupun para penumpang dari penerbangan Lion Air. Mereka punya cerita yg unik, mengharukan, juga menggelikan. Seorang penumpang Lion Air bercerita tentang biaya yg dikeluarkan untuk ke Bandara sebesar Rp.100.000,- per orang dengan harapan tidak terlambat datang ke Bandara. Sesampainya mereka di Bandara mereka secepatnya check in karena waktunya sudah jadwal penerbangannya. lalu ia pun pergi langsung ke pintu6 tempat menunggu masuknya ke Pesawat. sesampainya mereka disana tak satupun petugas dari Lion Air ada disana, pada hal mereka membutuhkan informasi tentang keberangkatan pesawat yang akan mereka naiki, sungguh kecewa sekali mereka terhadap managemen Lion Air.

Selama saya duduk di dekat meja petugas puluhan kali saya mendengar tentang para penumpang menanyakan informasi ke petugas Air Asia, karena tak satupun petugas dari Lion Air yang ada disana. Sungguh ironis sekali para penumpang Lion Air menunggu keberangkatan yang tiada kepastian dan tak kunjung mereka dapatkan. Yang sungguh mengharukan lagi ketika seseorang orang tua menanyakan informasi penerbangan Lion Air tersebut lalu ada penumpang Lion Air menjawab dengan sepontan, pak semua petugas Lion Air sudah mati, ini mungkin karena kekesalan dari penumpang tersebut.

Tak selang beberapa lama seseorang lelaki paru baya bernama Prambono mengatakan kepada saya ia sudah mendatangi pimpinan managemen Lion air yang ada di Bandara, namun tak ada di tempat dan bapak tersebut marah besar, dengan pembicaraan yang pelik antara petugas lainnya pak Prambono bisa berbicara dengan pimpinan Managemen Lion Air itupun melalui HT… ini sungguh pengecut managemen Lion Air.

Setelah pak Prambono bercerita lalu ada pak Cok bercerita, ia berangkat dari Kelapa Gading (Jakarta) ke Bandara mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.000.000,- karena dengan kondisi Jakarta yang Banjir, dengan uang Rp.1.000.000,- tersebut ia berharap tidak akan terlambat ke bandara, ternyata pesawatnya pun ditunda penerbangannya…. sungguh betapa kecewanya ia terhadap managemen penerbangan Lion Air tersebut.

Terus terang saya sendiri juga pernah kecewa dengan penerbangan Lion Air, saya bergegas dari rumah agar tidak terlambat dengan jadwal penerbangan eeehhh ternyata penerbangan saya ditunda selama satu setengah jam pada saat itu saya akan berangkat ke Lampung. Demikian juga pada tanggal 3 Pebruari 2008, saya berangkat dari Surabaya ke Jakarta, semula jadwal penerbangan saya jam 20.35 eehhh ditundah selama satu jam.

Untuk akan datang saya akan berpikir kembali untuk memilih penerbangan Lion Air, kalau tidak terpaksa dengan jadwal yang ada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: