Dibalik Gemerlapnya Perayaan Tahun Baru 2008

imagesPesta perayaan malam tahun baru 2008 yang baru saja lewat, memperlihatkan kepada kita betapa meriahnya. Ada beberapa tempat hiburan di Jakarta yang dipusatkan sebagai tempat pelaksanaan pesta menyambut tahun baru 2008 ini, antara lain Monas, Ancol dan Taman Mini, juga beberapa stasiun TV menyiarkan secara langsung pesta penyambutan tahun baru tersebut di tempat – tempat lain.
Ribuan kembang api dan petasan menyala menerangi langit kota Jakarta secara beruntun, tiupan terompet bersahut – sahutan dan sorak – sorai orang menyambut datangnya tahun baru 2008. Ini semua mengekspresikan luapan kegembiraan kita menikmati meriahnya acara pesta pergantian tahun ini. Namun dilain tempat pergantian tahun ini diwarnai dengan keprihatinan dan kesedihan yang sangat memilukan, dimana saudara – saudara kita di tenda – tenda pengungsian bencana sangat mengharapkan uluran tangan kita untuk membantu mereka.
Disatu sisi kita di Jakarta dengan mudah mengeluarkan uang untuk pesta penyambutan tahun baru, sedangkan disisi lain disana tempat bencana, saudara – saudara kita sedang kehilangan harta bendanya bahkan sanak sudaranya.Yang menjadi penyesalan bagi saya adalah mengapa tidak terlintas dipikiran kita dalam pesta penyambutan tahun baru ini dengan pesta amal, ini kan hal yang sangat baik sekali dalam mengawali tahun 2008 ini. Kalau kita buatkan pesta amal dalam penyambutan tahun baru, kita tidak melupakan saudara – saudara kita di lokasi bencana walupun kita sejenak menikmati pesta penyambutan tahun baru tersebut.
Kita memang berhak untuk menikmati hidup kita, tapi kita juga harus menjaga perasaan mereka yang tidak beruntung, untuk mau membantu meringankan penderitaan saudara – saudara kita yang terkena bencana. Kalau kita bisa mengeluarkan uang banyak untuk kesenangan semalam saja dengan ringan mengapa kita merasa berat untuk mengeluarkan sedikit saja dari harta yang kita punya untuk membantu orang yang tertimpa musibah ? Sudah semestinya yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, yang senang membantu yang susah agar kehidupan kita semua bisa lebih baik dan sejahtera.Disinilah timbul kewajiban kita untuk saling berbagi, membantu saudara – saudara kita yang membutuhkan bantuan dari orang yang mampu, disinilah kita harus punya rasa toleransi, tenggangrasa dan teposeliro terhadap sesama.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: